487 Jemaah Haji NTT Tiba dari Tanah Suci, Gubernur Melki Ajak Jadi Teladan di Masyarakat

Share

487 Jemaah Haji NTT Tiba dari Tanah Suci, Gubernur Melki: Jadilah Teladan dan Penguat Kerukunan

iphintt.or.id – Sebanyak 487 jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Kedatangan para tamu Allah tersebut disambut langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Jemaah yang tiba terdiri atas 380 orang yang tergabung dalam Kloter 80 dan 107 orang dari Kloter 81.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan selamat setelah menjalani perjalanan spiritual selama lebih dari satu bulan di Arab Saudi. Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat NTT, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima tersebut.

Menurut Melki, kepulangan dari Tanah Suci bukan sekadar kembali ke rumah dan keluarga, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kehidupan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan bahwa ibadah haji tidak hanya berdimensi ritual keagamaan, tetapi juga memiliki makna sosial yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat.

Gubernur menekankan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tanah air. Menurutnya, indikator haji mabrur tercermin melalui kejujuran, kerendahan hati, kepedulian sosial, semangat menolong sesama, serta kemampuan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Indikator haji mabrur terlihat dari kejujuran, kerendahan hati, kepedulian sosial, semangat menolong sesama, dan kemampuan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.”

Ia juga mengingatkan bahwa NTT merupakan rumah bersama yang dibangun di atas keberagaman agama, budaya, dan suku. Karena itu, para haji dan hajjah diharapkan dapat menjadi penguat persaudaraan, penjaga kerukunan, serta pembawa pesan damai di tengah masyarakat. Pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci diharapkan mampu memperkuat komitmen untuk menebarkan kebaikan dan mempererat persatuan di daerah.

Pada kesempatan tersebut, Melki turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Surabaya, para petugas haji, hingga tenaga kesehatan yang mendampingi jemaah sejak keberangkatan sampai kepulangan. Ia menilai pelayanan yang baik dan koordinasi yang solid menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan pengalaman spiritual dari Tanah Suci sebagai energi baru dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap para haji dan hajjah asal NTT dapat terus menebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Kepulangan ratusan jemaah haji asal NTT ini menjadi momentum penting bagi umat Islam di daerah untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada sesama diharapkan menjadi buah nyata dari perjalanan spiritual yang telah dijalani di Tanah Suci.(nsl)