Akhiri Dualisme! IPHI Kaltim dan Samarinda Kini Resmi Bergabung dengan IPHI Pimpinan Erman Soeparno

Iphintt.or.id – Polemik kepengurusan yang selama ini mewarnai Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Kalimantan Timur akhirnya mencapai titik penyelesaian. Setelah sempat mengalami dualisme, IPHI Provinsi Kalimantan Timur dan IPHI Kota Samarinda kini resmi berada dalam satu barisan di bawah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IPHI pimpinan Erman Soeparno. Penyatuan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi di daerah sekaligus menegaskan berakhirnya perbedaan kepengurusan yang sebelumnya sempat terjadi. Kepastian itu disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Samarinda pada Selasa (26/8/2025), di mana pengurus IPHI Kalimantan Timur menegaskan bahwa kepengurusan yang mereka jalankan telah memperoleh Surat Keputusan (SK) resmi dari DPP IPHI. Ketua DPD IPHI Kalimantan Timur, Surpani Sulaiman, mengatakan bahwa dengan diterbitkannya SK dari DPP IPHI pimpinan Erman Soeparno, maka tidak ada lagi dualisme dalam tubuh organisasi di Kalimantan Timur maupun Kota Samarinda. Seluruh jajaran pengurus diharapkan dapat mengedepankan semangat persaudaraan dan bersama-sama membangun organisasi agar semakin bermanfaat bagi umat. Menurutnya, IPHI sebagai wadah berhimpunnya para haji memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga ukhuwah, memperkuat nilai-nilai kemabruran haji sepanjang hayat, serta menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program pembinaan masyarakat. Karena itu, seluruh perbedaan yang pernah terjadi diharapkan dapat diakhiri demi kemajuan organisasi. Ketua DPC IPHI Kota Samarinda, Sri Agustina, juga menyambut baik berakhirnya dualisme tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan konsolidasi internal sekaligus menyusun kepengurusan secara lengkap agar roda organisasi dapat berjalan lebih efektif. Selain melakukan penguatan internal, pengurus juga akan menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan kepengurusan yang telah memperoleh legitimasi dari DPP IPHI, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program sosial, keagamaan, dan pembinaan jamaah haji. Dalam waktu dekat, DPD IPHI Kalimantan Timur juga akan menggelar pengukuhan pengurus di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Pengukuhan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya organisasi yang semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pengurus juga menegaskan komitmennya menjaga marwah organisasi. Apabila masih terdapat pihak-pihak yang mengatasnamakan IPHI tanpa memiliki legalitas dari DPP IPHI, maka persoalan tersebut akan diselesaikan sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan hukum yang berlaku. Berakhirnya dualisme di Kalimantan Timur menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar IPHI di seluruh Indonesia. Penyatuan ini diharapkan semakin memperkuat langkah organisasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP IPHI Erman Soeparno dalam mewujudkan IPHI sebagai organisasi yang modern, profesional, serta berperan aktif dalam pembinaan haji mabrur sepanjang hayat dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan bersatunya kepengurusan di Kalimantan Timur dan Samarinda, IPHI diharapkan dapat lebih fokus menjalankan program-program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembinaan anggota, pemberdayaan umat, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa melalui semangat pengabdian para alumni haji. Artikel ini telah terbit sebelumnya di regional.compas.com
Persiapan Haji 2027 Dimulai, Kemenhaj Ajukan Dana Awal Rp4 Triliun

Iphintt.or.id – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 mulai dilakukan lebih awal oleh pemerintah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengajukan persetujuan kepada DPR RI untuk pencairan dana awal sebesar Rp4 triliun sebagai bagian dari upaya memastikan ketersediaan berbagai layanan utama bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi. Dana tersebut nantinya akan digunakan sebagai pembayaran uang muka untuk kebutuhan layanan haji, mulai dari penyediaan tenda di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Pengajuan dana awal ini dilakukan agar pemerintah memiliki ruang lebih besar dalam melakukan pemesanan dan pengamanan layanan sebelum memasuki musim haji 2027. Kemenhaj menjelaskan, mekanisme penyediaan layanan haji di Arab Saudi membutuhkan proses perencanaan dan kontrak yang dilakukan jauh hari sebelumnya. Karena itu, pembayaran uang muka menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan Indonesia memperoleh layanan yang sesuai dengan kebutuhan jumlah jemaah yang akan diberangkatkan. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang menjadi salah satu terbesar di dunia, pemerintah perlu melakukan persiapan secara matang agar seluruh kebutuhan pelayanan dapat tersedia tepat waktu. Pengadaan layanan yang dilakukan lebih awal juga diharapkan memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperoleh kualitas layanan yang lebih baik serta memiliki posisi negosiasi yang lebih kuat dengan para penyedia layanan di Arab Saudi. Usulan pencairan dana awal tersebut masih menunggu persetujuan DPR RI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemenhaj memastikan seluruh proses pengelolaan anggaran akan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengikuti mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan. Selain untuk menjamin kesiapan operasional, langkah tersebut juga menjadi bagian dari transformasi tata kelola penyelenggaraan haji nasional. Pemerintah terus mendorong agar pelayanan haji tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan teknis jemaah, tetapi juga mengedepankan efisiensi, kualitas layanan, dan kepastian penyelenggaraan. Persiapan haji yang dilakukan lebih dini juga sejalan dengan upaya pemerintah membangun ekosistem haji dan umrah nasional yang lebih kuat. Pengembangan ekosistem tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi, layanan keuangan syariah, industri pendukung haji, hingga peningkatan kualitas pelayanan jemaah. Sebelumnya, pemerintah juga mulai memperkuat fondasi ekonomi haji melalui penyusunan regulasi terkait ekosistem ekonomi haji dan umrah. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola yang lebih terintegrasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Bagi jemaah, kepastian persiapan sejak awal menjadi faktor penting dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, dan berkualitas. Dengan perencanaan yang lebih matang, pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun 2027 dapat berjalan lebih baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia.(nsl)
BSI Berangkatkan 50 Nasabah Tabungan Haji, Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah Nasional

Iphintt.or.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem haji dan umrah nasional. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah dengan memberangkatkan 50 nasabah Tabungan Haji BSI terpilih ke Tanah Suci sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas sekaligus upaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini. Program apresiasi ini menjadi bagian dari strategi BSI untuk mendorong semakin banyak masyarakat mempersiapkan perjalanan ibadah haji melalui perencanaan keuangan yang matang. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menilai penguatan ekosistem haji tidak hanya berkaitan dengan layanan perbankan, tetapi juga mencakup edukasi, pendampingan, hingga penyediaan berbagai solusi keuangan syariah yang mendukung kebutuhan calon jemaah. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan layanan haji dan umrah mengingat jumlah penduduk muslim yang besar serta tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Karena itu, BSI terus menghadirkan berbagai inovasi agar masyarakat dapat mempersiapkan biaya haji secara lebih mudah, aman, dan terencana. Menurut Anton, Tabungan Haji BSI tidak hanya menjadi instrumen untuk mengumpulkan dana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya perencanaan keuangan syariah di tengah masyarakat. Melalui produk tersebut, nasabah dapat menabung secara bertahap hingga memenuhi persyaratan setoran awal untuk memperoleh nomor porsi haji. Selain memberikan kemudahan dalam menabung, BSI juga terus mengembangkan layanan digital yang terintegrasi dengan sistem penyelenggaraan haji nasional. Integrasi tersebut memungkinkan proses pendaftaran haji berlangsung lebih praktis, transparan, dan efisien sehingga memberikan kenyamanan bagi calon jemaah. Program pemberangkatan 50 nasabah terpilih juga menjadi bentuk penghargaan kepada nasabah yang secara konsisten mempercayakan perencanaan ibadah hajinya kepada BSI. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mulai mempersiapkan biaya haji sejak usia produktif mengingat masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia yang relatif panjang. Saat ini, BSI merupakan salah satu bank penerima setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPS-BPIH) yang dipercaya pemerintah. Peran tersebut menempatkan BSI sebagai salah satu institusi strategis dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji melalui layanan keuangan syariah yang terintegrasi dengan ekosistem haji nasional. Penguatan ekosistem haji juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang tengah menyiapkan regulasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi haji dan umrah. Sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, penyelenggara perjalanan ibadah, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang semakin kuat sehingga manfaat ekonomi dari penyelenggaraan haji dan umrah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Bagi daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur, penguatan ekosistem tersebut membuka peluang bagi peningkatan literasi keuangan syariah sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat mempersiapkan ibadah haji melalui tabungan yang terencana. Di sisi lain, pelaku usaha lokal juga berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jemaah, mulai dari produk halal, perlengkapan ibadah, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Melalui berbagai inovasi layanan dan program apresiasi kepada nasabah, BSI berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan jumlah masyarakat yang siap berhaji secara finansial sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem haji dan umrah Indonesia yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan.(nsl) Sumber: Internet
Kemenhaj Siapkan Payung Hukum Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Dorong Manfaat Ekonomi Nasional

Iphintt.or.id – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dengan menyiapkan payung hukum bagi pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Langkah ini diwujudkan melalui penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah yang diharapkan menjadi landasan hukum dalam mengintegrasikan berbagai sektor pendukung penyelenggaraan ibadah haji secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Penyusunan RPP tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, akademisi, dan para pemangku kepentingan. Regulasi ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji sehingga tidak hanya berorientasi pada pelayanan ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Cecep Khairul Anwar, mengatakan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi haji mengingat jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung oleh regulasi yang mampu mengintegrasikan seluruh rantai penyelenggaraan, mulai dari penyediaan layanan, logistik, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga pemberdayaan pelaku usaha nasional. Ia menjelaskan, RPP tersebut diharapkan menjadi dasar hukum yang mampu menciptakan tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang lebih terintegrasi sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai sektor usaha yang berkaitan dengan kebutuhan jemaah. Dengan demikian, nilai ekonomi yang selama ini dinikmati pihak luar dapat semakin banyak dirasakan oleh pelaku usaha di dalam negeri. Dalam pembahasannya, pemerintah juga mengkaji berbagai aspek strategis, di antaranya pengelolaan kontrak layanan multiyears, integrasi sistem pelayanan dengan platform digital Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi, penguatan sistem administrasi, pengelolaan logistik, serta pengembangan industri pendukung yang memiliki keterkaitan langsung dengan penyelenggaraan haji dan umrah. Direktur Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Nur Rokhma Muliana, menyampaikan bahwa penyusunan regulasi dilakukan agar mampu menjawab tantangan penyelenggaraan haji dan umrah yang terus berkembang. Menurutnya, regulasi harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi seluruh pemangku kepentingan. Penyusunan RPP tersebut juga melibatkan Kementerian Hukum untuk memastikan seluruh substansi yang diatur selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dinilai menjadi faktor penting karena penyelenggaraan haji dan umrah melibatkan banyak institusi, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Pengembangan ekosistem ekonomi haji juga dipandang sebagai peluang besar bagi pelaku usaha nasional, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk dalam negeri, seperti makanan olahan, busana muslim, perlengkapan ibadah, produk kesehatan, hingga jasa pendukung perjalanan memiliki peluang untuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jemaah apabila memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Bagi daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur, kebijakan ini membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar melalui sektor haji dan umrah. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu orang setiap tahun, penguatan ekosistem ekonomi haji diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional. Melalui penyusunan RPP ini, pemerintah berharap penyelenggaraan haji dan umrah tidak hanya semakin profesional dan terintegrasi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Kehadiran regulasi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi haji yang berdaya saing, memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.
Erman Suparno: Paradoks Indonesia Jadi Alarm Kebangsaan, Bukan Ramalan Kehancuran

Iphintt.or.id — Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Pusat, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA, M.Si, tampil sebagai pembicara utama dalam podcast Paradoks Indonesia yang tayang di kanal YouTube DeepTalk. Dalam perbincangan tersebut, Erman mengajak masyarakat memahami berbagai tantangan bangsa secara objektif dan menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat persatuan nasional. Pada kesempatan itu, Erman kembali menyinggung pernyataan yang sempat menjadi perdebatan publik menjelang Pemilu 2019 mengenai kemungkinan rapuhnya eksistensi Indonesia pada tahun 2030. Menurutnya, narasi tersebut tidak boleh dipahami sebagai ramalan bahwa Indonesia akan bubar, melainkan sebagai bentuk peringatan dini (early warning) agar seluruh elemen bangsa lebih waspada terhadap berbagai persoalan yang dapat mengancam masa depan negara. “Paradoks ini harus kita sikapi dengan semangat memperbaiki tata kelola bangsa. Jangan dijadikan alasan untuk pesimis, tetapi sebagai dorongan agar kita lebih waspada dan bersatu,” ujar Erman. Ia menjelaskan bahwa ancaman terhadap Indonesia justru lebih banyak berasal dari persoalan internal, seperti korupsi yang masih mengakar, kesenjangan sosial dan ekonomi, lemahnya tata kelola pemerintahan, serta belum optimalnya pemanfaatan sumber daya alam bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Menurutnya, apabila persoalan tersebut tidak segera dibenahi, maka daya saing bangsa dapat terus melemah di tengah kompetisi global yang semakin ketat. Erman menilai Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk menjadi negara maju. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk usia produktif yang besar, serta posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik merupakan kekuatan yang harus dikelola dengan baik melalui kepemimpinan yang bersih, kebijakan yang berpihak kepada rakyat, serta pembangunan yang berkelanjutan. Dalam penyampaiannya, Erman juga menekankan pentingnya membangun karakter kebangsaan, memperkuat integritas para pemimpin, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keberhasilan Indonesia pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kuatnya moralitas, persatuan, serta kemampuan bangsa menjaga keadilan sosial. Ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Generasi muda, kata Erman, harus menjadi pelopor inovasi, memperkuat budaya gotong royong, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa agar Indonesia mampu menghadapi perubahan global yang berlangsung sangat cepat. “Indonesia harus membuktikan diri sebagai bangsa yang tangguh menghadapi tantangan global,” tegasnya. Erman juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi penyebab perpecahan. Sebaliknya, seluruh komponen bangsa perlu menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan bersama. Di akhir penyampaiannya, sebagai pesan optimisme. Ia menegaskan bahwa narasi mengenai rapuhnya Indonesia pada 2030 semestinya menjadi alarm kebangsaan sekaligus pemicu semangat kolektif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, memberantas korupsi, memperkuat ekonomi nasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga persatuan bangsa. Dengan komitmen tersebut, Indonesia diyakini akan tetap berdiri kokoh dan mampu menjadi bangsa yang maju, berdaulat, dan disegani di tingkat global. (nsl) Sumber: PARADOKS INDONESIA
Pimpinan Wilayah IPHI NTT Sampaikan Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelaksanaan MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026

iphintt.or.id – Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Nusa Tenggara Timur (PW IPHI NTT) menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perhelatan keagamaan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta mempererat persaudaraan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur. Ketua PW IPHI NTT periode 2026 – 2031, Drs. H. Jamaluddin Ahmad, MM, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), pemerintah kabupaten/kota, panitia pelaksana, dewan hakim, serta seluruh kafilah yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-XXXI tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, tema yang diusung dalam MTQ tahun ini, “Menebar Cahaya Al-Qur’an, Ayo Bangun NTT Menuju Masyarakat Maju, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, sangat relevan dengan semangat pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan moralitas. Tema tersebut mencerminkan harapan agar Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih berkualitas dan berkeadaban. “PW IPHI NTT mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kami menyambut baik tema yang diangkat tahun ini karena mengandung pesan yang sangat kuat tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dan pedoman dalam membangun masyarakat yang maju, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Drs. H. Jamaluddin Ahmad, MM. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana pembinaan umat yang memiliki nilai strategis dalam menanamkan karakter Qurani, memperkuat akhlak generasi muda, serta mendorong lahirnya masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, toleransi, kerja keras, dan tanggung jawab. Menurut Jamaluddin, semangat “Menebar Cahaya Al-Qur’an” harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan etika sosial, pengembangan sumber daya manusia, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Nusa Tenggara Timur yang semakin maju dan berdaya saing. Ia juga berharap MTQ ke-XXXI menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat NTT yang dikenal memiliki kehidupan keberagaman yang rukun dan damai. Kehadiran para peserta dari berbagai kabupaten dan kota di NTT menunjukkan semangat persatuan serta komitmen bersama dalam mengembangkan syiar Islam yang moderat dan membawa rahmat bagi seluruh masyarakat. “Melalui MTQ ini, kita berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mereka adalah aset daerah yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan NTT yang lebih baik di masa depan,” tambahnya. PW IPHI NTT meyakini bahwa keberhasilan pelaksanaan MTQ akan memberikan dampak positif bagi penguatan kehidupan keagamaan dan pembangunan karakter masyarakat. Oleh karena itu, seluruh elemen umat Islam diajak untuk menjadikan momentum MTQ sebagai sarana meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Di akhir pernyataannya, Drs. H. Jamaluddin Ahmad, MM kembali menyampaikan doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur berjalan lancar, sukses, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. “Selamat dan Sukses atas Pelaksanaan MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menebar Cahaya Al-Qur’an, Ayo Bangun NTT Menuju Masyarakat Maju, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Semoga Allah SWT meridai setiap ikhtiar dan langkah kita dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an demi kemajuan Nusa Tenggara Timur.” Drs. H. Jamaluddin Ahmad, MM Ketua PW IPHI Nusa Tenggara Timur
Masih Dirawat di Arab Saudi, 120 Jemaah Haji Indonesia Tunggu Izin Medis untuk Pulang

iphintt.or.id – Sebanyak 120 jemaah haji Indonesia hingga Selasa (23/6/2026) masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Pemerintah memastikan seluruh jemaah yang masih dirawat tetap mendapatkan pendampingan hingga dinyatakan layak terbang dan dapat dipulangkan ke Tanah Air. Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan para jemaah tersebut saat ini berada dalam pengawasan tim medis dan petugas haji Indonesia yang masih bertugas di Arab Saudi. Menurutnya, proses pemulangan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan jemaah dinyatakan memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara. “Pemerintah tidak akan meninggalkan jemaah yang masih dirawat. Mereka tetap menjadi tanggung jawab pemerintah hingga kembali ke Indonesia,” ujar Irfan Yusuf sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Selasa (23/6/2026). Ia menjelaskan, petugas kesehatan terus berkoordinasi dengan rumah sakit setempat guna memantau perkembangan kondisi para jemaah. Setelah memperoleh rekomendasi medis, jemaah akan dipulangkan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing. Selain memastikan pelayanan terhadap jemaah yang masih menjalani perawatan, pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Salah satu fokus evaluasi adalah penguatan aspek istitha’ah kesehatan atau kemampuan kesehatan calon jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Data penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 350 orang. Meski demikian, angka tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan musim haji tahun sebelumnya. Pemerintah menilai hasil tersebut menunjukkan adanya perbaikan dalam aspek layanan kesehatan, meskipun masih memerlukan penyempurnaan pada masa mendatang. Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung. Hingga 23 Juni 2026, sebanyak 149.726 jemaah yang tergabung dalam 387 kelompok terbang (kloter) telah tiba kembali di Tanah Air. Adapun sejumlah kloter lainnya masih berada di Madinah dan dijadwalkan pulang secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah berharap seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji tahun 2026 dapat berjalan lancar, termasuk bagi jemaah yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Pendampingan dan pelayanan kesehatan akan terus diberikan hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat. (nsl)
Bandara El Tari Kupang Matangkan Persiapan Kepulangan Jemaah Haji NTT, Layanan Terpadu Dipastikan Siap

iphintt.or.id — Bandar Udara Internasional El Tari Kupang terus mematangkan kesiapan operasional dalam menyambut kepulangan jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada 23 hingga 25 Juni 2026. Persiapan ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh proses kepulangan berjalan lancar, aman, dan nyaman. Dalam rangka memastikan kesiapan tersebut, pihak pengelola bandara bersama Kementerian Haji dan Umrah Kantor Wilayah NTT serta seluruh pemangku kepentingan telah menggelar Rapat Koordinasi Teknis Rencana Operasi Kepulangan Jemaah Haji. Rapat ini menjadi bagian penting dalam penyusunan alur pelayanan, pengaturan jalur kedatangan, hingga skema distribusi jemaah berdasarkan domisili setibanya di Kupang. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, menegaskan bahwa koordinasi teknis ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas dan personel di lapangan. “Kami telah melaksanakan rapat koordinasi teknis guna membahas persiapan akhir menjelang kepulangan jemaah haji, termasuk pengecekan jalur pelayanan agar proses kedatangan dapat berjalan tertib dan cepat,” ujarnya. Berdasarkan rencana operasional, seluruh jemaah haji asal NTT akan diberangkatkan terlebih dahulu dari Surabaya menuju Kupang. Setibanya di Bandara El Tari, para jemaah akan diarahkan melalui jalur pelayanan yang telah dipisahkan berdasarkan wilayah domisili. Jemaah yang berasal dari luar Pulau Timor akan difasilitasi penerbangan lanjutan menuju daerah masing-masing, sementara jemaah dari Kota Kupang dan sekitarnya akan langsung menuju Asrama Haji. Skema ini dirancang untuk mempercepat proses transisi dari bandara menuju daerah asal, sekaligus mengurangi kepadatan di area terminal kedatangan. Selain itu, pihak bandara juga mengimbau keluarga jemaah untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area bandara. Keluarga diharapkan menunggu di Asrama Haji Kupang sebagai titik akhir penyambutan guna menjaga ketertiban dan menghindari penumpukan massa di kawasan bandara. Langkah antisipatif ini melanjutkan pola koordinasi yang sebelumnya juga berhasil diterapkan pada fase keberangkatan jemaah haji NTT 2026, di mana sinergi antara Angkasa Pura Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah, TNI AU Lanud El Tari, serta berbagai instansi terkait berhasil menciptakan layanan yang tertib dan terorganisir. Sejumlah sumber juga mencatat bahwa Bandara El Tari Kupang terus memperkuat sistem layanan terpadu, termasuk pengaturan alur penumpang, penambahan personel keamanan, hingga penyediaan fasilitas khusus jemaah haji untuk menjamin kenyamanan dan kecepatan pelayanan selama periode operasional khusus ini. Dengan berbagai kesiapan tersebut, Bandara El Tari Kupang optimistis proses kepulangan jemaah haji NTT tahun ini dapat berjalan lancar, humanis, dan penuh kekhidmatan, sekaligus menjadi wujud nyata pelayanan publik yang semakin baik di sektor transportasi udara di Nusa Tenggara Timur. (nsl)
Jemaah Haji NTT Segera Tiba di Kupang, Berikut Jadwal Lengkapnya

iphintt.or.id – Kabar gembira bagi keluarga jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah secara bertahap mulai kembali ke daerah asal masing-masing. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kementerian Haji Provinsi NTT, jemaah yang tiba melalui Debarkasi Surabaya akan diterbangkan menuju Kupang sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Untuk kelompok jemaah yang tiba pada 24 Juni 2026, pesawat dijadwalkan berangkat dari Surabaya pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 14.00 WITA. Setibanya di Kupang, seluruh jemaah tidak langsung dijemput di bandara, melainkan akan diantar menggunakan bus menuju Asrama Haji Kupang untuk menjalani proses penerimaan dan pendataan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi NTT. Karena itu, keluarga jemaah diimbau untuk melakukan penjemputan di Asrama Haji Kupang dan tidak menunggu di area bandara. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kedatangan serta memudahkan proses pelayanan kepada para jemaah yang baru saja menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Menurut jadwal resmi yang dikeluarkan PPIH Provinsi NTT, sebagian besar jemaah akan tiba melalui Kupang sebelum melanjutkan perjalanan ke kabupaten dan kota asal masing-masing menggunakan pesawat, kapal laut, travel maupun transportasi darat. Beberapa daerah yang telah memiliki jadwal lanjutan antara lain Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Lembata, Malaka, Nagekeo, Ngada, Rote Ndao, Sikka, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Sementara itu, jemaah asal wilayah Manggarai Raya dan Sumba memiliki jalur pemulangan tersendiri melalui Labuan Bajo dan Tambolaka. Berikut lampiran jadwal lengkap pemulangan Jemaah Haji NTT Tahun 1447 H/2026 M yang diterbitkan oleh PPIH Provinsi NTT. (nsl)
487 Jemaah Haji NTT Tiba dari Tanah Suci, Gubernur Melki Ajak Jadi Teladan di Masyarakat

487 Jemaah Haji NTT Tiba dari Tanah Suci, Gubernur Melki: Jadilah Teladan dan Penguat Kerukunan iphintt.or.id – Sebanyak 487 jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Kedatangan para tamu Allah tersebut disambut langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Jemaah yang tiba terdiri atas 380 orang yang tergabung dalam Kloter 80 dan 107 orang dari Kloter 81. Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan selamat setelah menjalani perjalanan spiritual selama lebih dari satu bulan di Arab Saudi. Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat NTT, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima tersebut. Menurut Melki, kepulangan dari Tanah Suci bukan sekadar kembali ke rumah dan keluarga, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kehidupan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan bahwa ibadah haji tidak hanya berdimensi ritual keagamaan, tetapi juga memiliki makna sosial yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat. Gubernur menekankan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tanah air. Menurutnya, indikator haji mabrur tercermin melalui kejujuran, kerendahan hati, kepedulian sosial, semangat menolong sesama, serta kemampuan menjadi teladan di tengah masyarakat. “Indikator haji mabrur terlihat dari kejujuran, kerendahan hati, kepedulian sosial, semangat menolong sesama, dan kemampuan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.” Ia juga mengingatkan bahwa NTT merupakan rumah bersama yang dibangun di atas keberagaman agama, budaya, dan suku. Karena itu, para haji dan hajjah diharapkan dapat menjadi penguat persaudaraan, penjaga kerukunan, serta pembawa pesan damai di tengah masyarakat. Pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci diharapkan mampu memperkuat komitmen untuk menebarkan kebaikan dan mempererat persatuan di daerah. Pada kesempatan tersebut, Melki turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Surabaya, para petugas haji, hingga tenaga kesehatan yang mendampingi jemaah sejak keberangkatan sampai kepulangan. Ia menilai pelayanan yang baik dan koordinasi yang solid menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar. Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan pengalaman spiritual dari Tanah Suci sebagai energi baru dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap para haji dan hajjah asal NTT dapat terus menebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. Kepulangan ratusan jemaah haji asal NTT ini menjadi momentum penting bagi umat Islam di daerah untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada sesama diharapkan menjadi buah nyata dari perjalanan spiritual yang telah dijalani di Tanah Suci.(nsl)
