Bandara El Tari Kupang Matangkan Persiapan Kepulangan Jemaah Haji NTT, Layanan Terpadu Dipastikan Siap

Share

iphintt.or.id — Bandar Udara Internasional El Tari Kupang terus mematangkan kesiapan operasional dalam menyambut kepulangan jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada 23 hingga 25 Juni 2026. Persiapan ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh proses kepulangan berjalan lancar, aman, dan nyaman.

Dalam rangka memastikan kesiapan tersebut, pihak pengelola bandara bersama Kementerian Haji dan Umrah Kantor Wilayah NTT serta seluruh pemangku kepentingan telah menggelar Rapat Koordinasi Teknis Rencana Operasi Kepulangan Jemaah Haji. Rapat ini menjadi bagian penting dalam penyusunan alur pelayanan, pengaturan jalur kedatangan, hingga skema distribusi jemaah berdasarkan domisili setibanya di Kupang.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, menegaskan bahwa koordinasi teknis ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas dan personel di lapangan.

“Kami telah melaksanakan rapat koordinasi teknis guna membahas persiapan akhir menjelang kepulangan jemaah haji, termasuk pengecekan jalur pelayanan agar proses kedatangan dapat berjalan tertib dan cepat,” ujarnya.

Berdasarkan rencana operasional, seluruh jemaah haji asal NTT akan diberangkatkan terlebih dahulu dari Surabaya menuju Kupang. Setibanya di Bandara El Tari, para jemaah akan diarahkan melalui jalur pelayanan yang telah dipisahkan berdasarkan wilayah domisili. Jemaah yang berasal dari luar Pulau Timor akan difasilitasi penerbangan lanjutan menuju daerah masing-masing, sementara jemaah dari Kota Kupang dan sekitarnya akan langsung menuju Asrama Haji.

Skema ini dirancang untuk mempercepat proses transisi dari bandara menuju daerah asal, sekaligus mengurangi kepadatan di area terminal kedatangan.

Selain itu, pihak bandara juga mengimbau keluarga jemaah untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area bandara. Keluarga diharapkan menunggu di Asrama Haji Kupang sebagai titik akhir penyambutan guna menjaga ketertiban dan menghindari penumpukan massa di kawasan bandara.

Langkah antisipatif ini melanjutkan pola koordinasi yang sebelumnya juga berhasil diterapkan pada fase keberangkatan jemaah haji NTT 2026, di mana sinergi antara Angkasa Pura Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah, TNI AU Lanud El Tari, serta berbagai instansi terkait berhasil menciptakan layanan yang tertib dan terorganisir.

Sejumlah sumber juga mencatat bahwa Bandara El Tari Kupang terus memperkuat sistem layanan terpadu, termasuk pengaturan alur penumpang, penambahan personel keamanan, hingga penyediaan fasilitas khusus jemaah haji untuk menjamin kenyamanan dan kecepatan pelayanan selama periode operasional khusus ini.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Bandara El Tari Kupang optimistis proses kepulangan jemaah haji NTT tahun ini dapat berjalan lancar, humanis, dan penuh kekhidmatan, sekaligus menjadi wujud nyata pelayanan publik yang semakin baik di sektor transportasi udara di Nusa Tenggara Timur. (nsl)