Jemaah Haji NTT Segera Tiba di Kupang, Berikut Jadwal Lengkapnya

iphintt.or.id – Kabar gembira bagi keluarga jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah secara bertahap mulai kembali ke daerah asal masing-masing. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kementerian Haji Provinsi NTT, jemaah yang tiba melalui Debarkasi Surabaya akan diterbangkan menuju Kupang sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Untuk kelompok jemaah yang tiba pada 24 Juni 2026, pesawat dijadwalkan berangkat dari Surabaya pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 14.00 WITA. Setibanya di Kupang, seluruh jemaah tidak langsung dijemput di bandara, melainkan akan diantar menggunakan bus menuju Asrama Haji Kupang untuk menjalani proses penerimaan dan pendataan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi NTT. Karena itu, keluarga jemaah diimbau untuk melakukan penjemputan di Asrama Haji Kupang dan tidak menunggu di area bandara. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kedatangan serta memudahkan proses pelayanan kepada para jemaah yang baru saja menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Menurut jadwal resmi yang dikeluarkan PPIH Provinsi NTT, sebagian besar jemaah akan tiba melalui Kupang sebelum melanjutkan perjalanan ke kabupaten dan kota asal masing-masing menggunakan pesawat, kapal laut, travel maupun transportasi darat. Beberapa daerah yang telah memiliki jadwal lanjutan antara lain Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Lembata, Malaka, Nagekeo, Ngada, Rote Ndao, Sikka, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Sementara itu, jemaah asal wilayah Manggarai Raya dan Sumba memiliki jalur pemulangan tersendiri melalui Labuan Bajo dan Tambolaka. Berikut lampiran jadwal lengkap pemulangan Jemaah Haji NTT Tahun 1447 H/2026 M yang diterbitkan oleh PPIH Provinsi NTT. (nsl)
487 Jemaah Haji NTT Tiba dari Tanah Suci, Gubernur Melki Ajak Jadi Teladan di Masyarakat

487 Jemaah Haji NTT Tiba dari Tanah Suci, Gubernur Melki: Jadilah Teladan dan Penguat Kerukunan iphintt.or.id – Sebanyak 487 jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Kedatangan para tamu Allah tersebut disambut langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Jemaah yang tiba terdiri atas 380 orang yang tergabung dalam Kloter 80 dan 107 orang dari Kloter 81. Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan selamat setelah menjalani perjalanan spiritual selama lebih dari satu bulan di Arab Saudi. Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat NTT, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima tersebut. Menurut Melki, kepulangan dari Tanah Suci bukan sekadar kembali ke rumah dan keluarga, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kehidupan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan bahwa ibadah haji tidak hanya berdimensi ritual keagamaan, tetapi juga memiliki makna sosial yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat. Gubernur menekankan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tanah air. Menurutnya, indikator haji mabrur tercermin melalui kejujuran, kerendahan hati, kepedulian sosial, semangat menolong sesama, serta kemampuan menjadi teladan di tengah masyarakat. “Indikator haji mabrur terlihat dari kejujuran, kerendahan hati, kepedulian sosial, semangat menolong sesama, dan kemampuan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.” Ia juga mengingatkan bahwa NTT merupakan rumah bersama yang dibangun di atas keberagaman agama, budaya, dan suku. Karena itu, para haji dan hajjah diharapkan dapat menjadi penguat persaudaraan, penjaga kerukunan, serta pembawa pesan damai di tengah masyarakat. Pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci diharapkan mampu memperkuat komitmen untuk menebarkan kebaikan dan mempererat persatuan di daerah. Pada kesempatan tersebut, Melki turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Surabaya, para petugas haji, hingga tenaga kesehatan yang mendampingi jemaah sejak keberangkatan sampai kepulangan. Ia menilai pelayanan yang baik dan koordinasi yang solid menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar. Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan pengalaman spiritual dari Tanah Suci sebagai energi baru dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap para haji dan hajjah asal NTT dapat terus menebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah yang lebih maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. Kepulangan ratusan jemaah haji asal NTT ini menjadi momentum penting bagi umat Islam di daerah untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada sesama diharapkan menjadi buah nyata dari perjalanan spiritual yang telah dijalani di Tanah Suci.(nsl)
