Iphintt.or.id, Kupang – Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadiri acara pelepasan 20 jamaah umrah PT. Ameera Mekkah Cabang Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di Aula Arafah Asrama Haji Kupang, Jumat (7/8/2026).
Prosesi pelepasan jamaah dipimpin dan dilakukan secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, H. Hasan Manuk, S.Pd., M.Pd., serta dihadiri Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang, H. Marhaban Adhang, S.HI., para tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, keluarga jamaah, dan pengurus IPHI NTT. Seluruh jamaah dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kehadiran IPHI NTT dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus mendukung pembinaan jamaah haji dan umrah serta memperkuat sinergi dengan pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah, dan berbagai elemen umat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada calon tamu Allah.
Acara diawali dengan lantunan talbiyah dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebelum dilanjutkan dengan sambutan Pimpinan PT Ameera Mekkah Cabang NTT, Hardiana Nasrullah, SM.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat kepada PT. Ameera Mekkah serta menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan yang amanah, profesional, nyaman, dan transparan. Menurutnya, melayani tamu Allah bukan sekadar profesi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Ia juga berharap kehadiran PT Ameera Mekkah di NTT dapat menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah dan haji khusus.

(Dok. iphintt.or.id)
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang, H. Marhaban Adhang, dalam sambutannya mengingatkan seluruh jamaah agar meluruskan niat, memperbanyak ibadah selama berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta menjaga kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian perjalanan umrah. Ia menegaskan bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukanlah wisata, melainkan ibadah yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Marhaban Adhang juga mengajak jamaah untuk selalu menjaga adab dan sopan santun selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, sikap ramah, tertib, dan saling menghormati merupakan cerminan karakter umat Islam Indonesia yang harus terus dijaga di hadapan umat Islam dari berbagai negara.
“Tunjukkan perilaku kita di Tanah Haram bahwa Indonesia adalah bangsa yang beradab, ramah, dan santun. Jadilah duta bangsa yang menjaga nama baik Indonesia di hadapan umat Islam dari berbagai negara,” pesannya kepada para jamaah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, H. Hasan Manuk, menyampaikan apresiasi atas hadirnya PT Ameera Mekkah sebagai salah satu penyelenggara perjalanan ibadah umrah resmi di Nusa Tenggara Timur. Ia berharap seluruh penyelenggara perjalanan ibadah senantiasa menjaga amanah, mengutamakan pelayanan kepada jamaah, serta tidak mengabaikan hak-hak jamaah demi mengejar keuntungan semata. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama yang harus dijaga karena sekali kepercayaan itu hilang, akan sangat sulit untuk dipulihkan kembali.

Hasan Manuk juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah. Ia menilai kekompakan antara jamaah dan pembimbing menjadi salah satu kunci agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan memberikan pengalaman spiritual yang bermakna.
“Senyum berangkat, senyum pulang. Senyum bersama dalam kesederhanaan jauh lebih indah daripada tertawa sendiri dalam kemewahan. Kebersamaan akan membuat segala sesuatu menjadi lebih ringan,” ujarnya.
Menutup arahannya, Hasan Manuk mengingatkan agar seluruh pihak, baik penyelenggara maupun jamaah, bersama-sama menjaga nama baik Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, NTT telah menunjukkan prestasi membanggakan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 melalui tingkat penyerapan kuota yang tinggi serta keberhasilan seluruh jamaah kembali ke daerah dalam keadaan selamat. Capaian tersebut, kata dia, menjadi reputasi yang harus dipertahankan melalui pelayanan yang amanah, kedisiplinan, serta perilaku yang mencerminkan citra positif masyarakat NTT selama berada di Tanah Suci.
Bagi IPHI NTT, kegiatan pelepasan jamaah seperti ini bukan sekadar seremoni keberangkatan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan umat agar setiap jamaah mampu melaksanakan ibadah dengan baik, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta kembali ke tanah air sebagai pribadi yang membawa nilai-nilai kemabruran dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz H. Muhammad Nur Nazli, S.Ag, memohon agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dengan membawa umrah yang makbul dan penuh keberkahan. (nsl)
Penulis Berita: Nursalim
Foto: Humas PW IPHI NTT











