Muktamar VIII IPHI 15 – 16 Juni 2026 Siap Digelar di Bali, Begini Rundown Acaranya

Share

iphintt.or.id – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) siap menggelar Muktamar VIII pada 15-16 Juni 2026 di Bali. Forum tertinggi organisasi para haji Indonesia tersebut akan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah pengabdian IPHI bagi umat dan bangsa di masa mendatang.

Pelaksanaan muktamar mengusung tema “Memperkuat Persaudaraan Haji Menuju IPHI yang Bermartabat, Mandiri dan Berkhidmat untuk Umat dan Bangsa.” Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di 100 Sunset Hotel & Ballroom, Kuta, Bali.

Ketua BPKH, Iskandar Zulkarnain, sebelumnya menyebut Muktamar VIII IPHI sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan kemanfaatan bagi umat. Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun melalui organisasi para haji diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Umum PP IPHI, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si., menegaskan bahwa penyelenggaraan muktamar di Bali menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan dan kebersamaan seluruh keluarga besar IPHI dari berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan rundown resmi panitia, rangkaian kegiatan akan dimulai pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 11.00 WITA dengan registrasi dan check-in peserta. Pada sesi ini, para peserta yang berasal dari berbagai provinsi dijadwalkan mulai berdatangan untuk melakukan registrasi sebelum mengikuti seluruh agenda muktamar.

Memasuki sore hari, pukul 16.00 WITA, Muktamar VIII IPHI akan dibuka secara resmi melalui seremoni pembukaan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta Mars IPHI. Selanjutnya, peserta akan mendengarkan laporan Ketua Panitia Pelaksana sebelum memasuki rangkaian sambutan dari sejumlah tokoh nasional dan daerah.

Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., dijadwalkan memberikan sambutan mewakili pemerintah daerah sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Selain itu, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Drs. KH. Mohammad Irfan Yusuf Hasyim, juga akan menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis organisasi para haji dalam mendukung pembangunan umat.

Ketua Umum PP IPHI, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si., turut dijadwalkan menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta muktamar. Puncak seremoni pembukaan akan ditandai dengan sambutan Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., yang sekaligus dijadwalkan membuka secara resmi Muktamar VIII IPHI.

Setelah pembukaan, acara akan dilanjutkan dengan pembacaan doa, menyanyikan Hymne IPHI, serta sesi foto bersama yang melibatkan seluruh tamu undangan dan peserta muktamar. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya forum organisasi yang akan menentukan arah perjalanan IPHI ke depan.

Pada malam harinya, panitia juga menyiapkan agenda silaturahmi pengurus yang dikemas dalam jamuan makan malam bersama. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pengurus pusat, wilayah, dan daerah untuk mempererat hubungan serta memperkuat komunikasi antaranggota organisasi dari seluruh Indonesia.

Usai agenda silaturahmi, peserta akan langsung memasuki sidang-sidang muktamar yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WITA hingga selesai. Dalam forum tersebut, berbagai agenda strategis organisasi akan dibahas, mulai dari evaluasi program kerja, penyusunan rekomendasi, hingga penetapan arah kebijakan IPHI pada periode mendatang.

Melalui pelaksanaan Muktamar VIII di Bali, IPHI diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah persaudaraan para haji Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pembinaan pascaibadah haji, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial, keagamaan, dan kebangsaan. Dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah serta dukungan berbagai pihak, muktamar ini diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang mampu memperkuat eksistensi dan kemanfaatan IPHI bagi umat dan bangsa.(nsl)