Erman Soeparno: Haji Mabrur Sepanjang Hayat Harus Terlihat dalam Kepedulian Sosial

Share

Kupang, iphintt.or.id — Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia atau PP IPHI, Dr. Ir. H. Erman Soeparno, MBA, M.Si., menegaskan bahwa makna haji mabrur sepanjang hayat harus tercermin dalam kepedulian sosial dan pengabdian nyata kepada umat.

Penegasan tersebut disampaikan Erman Soeparno saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Pengurus IPHI Provinsi Nusa Tenggara Timur masa khidmat 2026–2031, yang berlangsung pada 6 Juni 2026 di Hotel ASTON Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Erman Soeparno mengingatkan bahwa ibadah haji tidak berhenti ketika jemaah kembali dari Tanah Suci. Menurutnya, haji justru menjadi awal dari tanggung jawab moral yang lebih besar untuk menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan, serta menebarkan manfaat bagi sesama.

Ia menegaskan, kemabruran haji harus tampak dalam kehidupan sehari-hari. Seorang haji dan hajjah diharapkan tidak hanya dikenal karena telah menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga karena kehadirannya membawa kebaikan bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

“Haji mabrur sepanjang hayat harus terlihat dalam akhlak, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada umat. Nilai haji harus hidup setelah kita kembali dari Tanah Suci,” demikian penegasan Ketua Umum PP IPHI dalam sambutannya.

Erman Soeparno menyampaikan bahwa IPHI memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat nilai kemabruran tersebut. Sebagai organisasi yang menghimpun para haji dan hajjah, IPHI harus menjadi ruang pembinaan, persaudaraan, sekaligus pengabdian yang terus hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, para haji dan hajjah memiliki potensi besar untuk menjadi teladan sosial. Pengalaman spiritual selama menunaikan ibadah haji harus menjadi energi untuk memperkuat keikhlasan, kesabaran, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, IPHI NTT diharapkan mampu menggerakkan para anggotanya untuk hadir lebih dekat dengan umat. Kehadiran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat, seperti pembinaan keagamaan, pendampingan calon jemaah haji, kegiatan sosial, pendidikan umat, serta pemberdayaan masyarakat.

Erman Soeparno juga menekankan bahwa haji mabrur bukan hanya urusan pribadi antara seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga harus memberi dampak sosial. Kemabruran haji perlu diwujudkan dalam sikap rendah hati, jujur, peduli, suka menolong, menjaga persatuan, dan menghindari perilaku yang merusak ukhuwah.

Di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur yang majemuk, nilai-nilai tersebut menjadi sangat penting. IPHI NTT diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan moral yang menghadirkan kesejukan, memperkuat toleransi, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Kepengurusan IPHI NTT masa khidmat 2026–2031 juga diharapkan dapat menjadikan semangat haji mabrur sepanjang hayat sebagai dasar penyusunan program kerja. Dengan demikian, setiap kegiatan IPHI tidak hanya bersifat administratif atau seremonial, tetapi benar-benar menjadi sarana pengabdian.

Selain memperkuat silaturahmi antarhaji dan hajjah, IPHI NTT perlu terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut penting agar nilai-nilai haji mabrur dapat diterjemahkan dalam gerakan sosial yang lebih luas.

Erman Soeparno mengingatkan bahwa keberhasilan IPHI tidak hanya diukur dari besar atau banyaknya kegiatan, tetapi dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, setiap pengurus dan anggota IPHI diharapkan bekerja dengan keikhlasan, kebersamaan, serta semangat melayani.

Melalui pelantikan pengurus baru ini, IPHI NTT memiliki kesempatan untuk memperkuat jati dirinya sebagai rumah besar para haji dan hajjah. Rumah besar yang tidak hanya merawat persaudaraan, tetapi juga mendorong seluruh anggotanya untuk terus menebar kebaikan.

Dengan semangat haji mabrur sepanjang hayat, IPHI NTT diharapkan semakin aktif menghadirkan manfaat bagi umat. Para haji dan hajjah didorong untuk menjadi teladan, penggerak kebaikan, serta bagian dari kekuatan sosial yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan daerah. (nsl)