iphintt.or.id – Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Nusa Tenggara Timur (PW IPHI NTT) menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perhelatan keagamaan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta mempererat persaudaraan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Ketua PW IPHI NTT periode 2026 – 2031, Drs. H. Jamaluddin Ahmad, MM, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), pemerintah kabupaten/kota, panitia pelaksana, dewan hakim, serta seluruh kafilah yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-XXXI tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, tema yang diusung dalam MTQ tahun ini, “Menebar Cahaya Al-Qur’an, Ayo Bangun NTT Menuju Masyarakat Maju, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, sangat relevan dengan semangat pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan moralitas. Tema tersebut mencerminkan harapan agar Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih berkualitas dan berkeadaban.
“PW IPHI NTT mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kami menyambut baik tema yang diangkat tahun ini karena mengandung pesan yang sangat kuat tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dan pedoman dalam membangun masyarakat yang maju, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Drs. H. Jamaluddin Ahmad, MM.
Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana pembinaan umat yang memiliki nilai strategis dalam menanamkan karakter Qurani, memperkuat akhlak generasi muda, serta mendorong lahirnya masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, toleransi, kerja keras, dan tanggung jawab.
Menurut Jamaluddin, semangat “Menebar Cahaya Al-Qur’an” harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan etika sosial, pengembangan sumber daya manusia, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Nusa Tenggara Timur yang semakin maju dan berdaya saing.
Ia juga berharap MTQ ke-XXXI menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat NTT yang dikenal memiliki kehidupan keberagaman yang rukun dan damai. Kehadiran para peserta dari berbagai kabupaten dan kota di NTT menunjukkan semangat persatuan serta komitmen bersama dalam mengembangkan syiar Islam yang moderat dan membawa rahmat bagi seluruh masyarakat.
“Melalui MTQ ini, kita berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mereka adalah aset daerah yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan NTT yang lebih baik di masa depan,” tambahnya.
PW IPHI NTT meyakini bahwa keberhasilan pelaksanaan MTQ akan memberikan dampak positif bagi penguatan kehidupan keagamaan dan pembangunan karakter masyarakat. Oleh karena itu, seluruh elemen umat Islam diajak untuk menjadikan momentum MTQ sebagai sarana meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir pernyataannya, Drs. H. Jamaluddin Ahmad, MM kembali menyampaikan doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur berjalan lancar, sukses, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
“Selamat dan Sukses atas Pelaksanaan MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menebar Cahaya Al-Qur’an, Ayo Bangun NTT Menuju Masyarakat Maju, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Semoga Allah SWT meridai setiap ikhtiar dan langkah kita dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an demi kemajuan Nusa Tenggara Timur.”
Drs. H. Jamaluddin Ahmad, MM
Ketua PW IPHI Nusa Tenggara Timur











