Erman Suparno Perkuat Peran IPHI dalam Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Foto Erman Suparno 2

Iphintt.or.id, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), Dr. Ir. H. Erman Suparno, M.B.A., M.Si., menegaskan pentingnya peran IPHI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif. Hal tersebut disampaikan Erman Suparno dalam pertemuan konsolidasi dan kolaborasi IPHI bersama Forum Indonesia Emas (Formasi) di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus membangun langkah bersama agar keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Menurut Erman, IPHI memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi, mengembangkan potensi lokal, serta membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh secara mandiri. Bagi Erman, ekonomi kerakyatan tidak boleh hanya menjadi gagasan, tetapi harus diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah menjadi salah satu ruang yang dapat dikembangkan melalui sinergi IPHI dengan berbagai pihak. Penguatan UMKM dinilai penting karena sektor tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki peran dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian di tingkat lokal. Karena itu, IPHI diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga mampu membangun ekosistem pemberdayaan yang membuat masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraannya. Semangat tersebut sejalan dengan cara pandang Erman Suparno terhadap keberadaan IPHI sebagai organisasi keumatan. Menurut arah yang dibangunnya, keberadaan IPHI tidak berhenti pada silaturahmi para alumni haji, tetapi harus terus berkembang menjadi kekuatan yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat luas. Dalam konteks ini, para anggota dan jaringan IPHI di berbagai daerah dapat mengambil peran dengan membangun jejaring usaha, mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai pihak, membuka akses pemasaran, serta mendorong kolaborasi yang dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Pendekatan tersebut juga membuka ruang bagi IPHI di daerah untuk mengembangkan program sesuai dengan potensi dan karakter masyarakat setempat. Setiap daerah memiliki sumber daya dan kekuatan ekonomi yang berbeda, sehingga pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan dengan melihat kebutuhan dan potensi lokal. Dengan demikian, semangat ekonomi kerakyatan yang menjadi perhatian IPHI dapat diterjemahkan dari tingkat pusat hingga daerah. Organisasi diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempertemukan potensi masyarakat dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, maupun berbagai mitra lainnya. Bagi IPHI, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga memiliki makna yang lebih luas. Nilai haji mabrur sepanjang hayat tidak hanya tercermin dalam kehidupan pribadi setelah kembali dari Tanah Suci, tetapi juga melalui kepedulian, kebermanfaatan dan kontribusi nyata kepada sesama. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya IPHI untuk terus hadir, membersamai, dan melayani umat. Melalui kolaborasi dan pemberdayaan, IPHI diharapkan dapat ikut membangun masyarakat yang lebih mandiri sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat.(nsl)