
Evaluasi Armuzna: Menhaj Siapkan Layanan Haji 2027 Lebih Ramah dan Tertata
Evaluasi Armuzna: Menhaj Siapkan Layanan Haji 2027 Lebih Ramah dan Tertata Kupang – iphintt.or.id, Setelah seluruh jemaah haji Indonesia meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, memimpin rapat evaluasi pelaksanaan layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Rapat ini digelar di Daker Makkah pada Sabtu (30/5) sebagai tindak lanjut dari berakhirnya fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. Dalam rapat tersebut, Menhaj menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek layanan Armuzna, mulai dari pergerakan jemaah, tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga tata kelola mabit di Muzdalifah dan pelaksanaan murur. “Berakhirnya fase Mina bukan berarti tugas kita selesai. Justru saat inilah seluruh catatan lapangan harus dihimpun dan dievaluasi agar menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan haji tahun depan,” tegas Menhaj. Fokus Evaluasi Pergerakan jemaah: memastikan arus keluar masuk tertib dan aman. Layanan tenda dan konsumsi: peningkatan kualitas makanan serta kenyamanan akomodasi. Transportasi dan kesehatan: memperkuat koordinasi agar jemaah lansia dan berisiko tinggi tetap terlayani dengan baik. Tata kelola Muzdalifah dan murur: penyempurnaan sistem mabit agar lebih efisien. Menhaj menegaskan bahwa evaluasi dilakukan lebih awal karena Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan garis waktu penyelenggaraan haji 2027. Dengan demikian, perencanaan dan pengadaan layanan dapat dilakukan lebih matang dan terukur. Harapan ke Depan Pemerintah Indonesia ingin menjadikan pengalaman haji 2026 sebagai pelajaran berharga. Evaluasi dini diharapkan menghasilkan layanan haji 2027 yang lebih ramah bagi lansia, responsif terhadap kebutuhan jemaah, serta aman dan nyaman. Selain itu, rapat juga membahas kesiapan fase pemulangan jemaah haji Indonesia yang dimulai 1 Juni 2026. Menhaj meminta seluruh petugas tetap menjaga kualitas layanan, khususnya bagi jemaah yang masih menyelesaikan tawaf ifadah, lansia, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Menutup rapat, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah atas kedisiplinan selama fase Armuzna serta kepada petugas yang telah bekerja penuh dedikasi. Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia di masa mendatang. Sumber: haji.go.id












